Hati-hati!! CLBK saat Reuni

Momentum ulang tahun sekolah, kerap dijadikan ajang reuni oleh para alumi.

Apa salahnya, karena ini tujuannya untuk menyambung silaturahmi. Lama tidak bertemu, masing-masing sibuk dengan kerja dan kegiatan yang berbeda, tinggal di tempat yang berjauhan satu sama lain, maka mumpung ada momentum, dimanfaatkan sekalian untuk pertemuan reuni. Saat reuni itu, berkumpullah sekian banyak teman lama dengan segala kondisi mereka.

Keceriaan suasana reuni pasti sangat menyenangkan. Bercanda, ngobrol dan cerita tentang kehidupan masing, bahkan ada yang curhat tentang masalah yang sedang dihadapi.

Biasanya, muncullah kisah, atau bahkan “orang lama” pada acara reuni. Namun kisah itu kandas, alias gak sampe ke jenjang pernikahan. Di sinilah kamu harus menjaga, agar “perasaan yang lama” juga tak ikut hadir.

Hal yang biasa ketika ngelihat mantan, rasa yang sudah hilang sekian lama itu, muncul kembali. Hati bergetar, mata berbinar. Mirip kayak pertama melihatnya.

“Stop! Jangan teruskan. Ini bisa merusak keharmonisan dua keluarga. Ingat, Anda sudah berkeluarga, ia juga sudah berkeluarga. Jaga sikap dan perasaan Anda saat menghadiri forum reuni alumni. Jangan biarkan perasaan sesaat itu berkembang menjadi CLBK (cinta lama bersemi kembali). Kendalikan diri, kendalikan hati. Berpikirlah jernih dan dewasa, jangan larut oleh suasana sentimentil sesaat tanpa berpikir jangka panjang beserta segala dampaknya,” kata pakar rumah tangga dan keluarga, Cahyadi Takariawan, seperti yang ditulisnya pada blog sosial miliknya.

Agar bisa mengendalikan perasaan terhadap mantan atau orang ketiga saat menghadiri reuni, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan. Ini sekaligus menjadi cara untuk menjauhi CLBK.

Berikut tips menghindari CLBK dari Cahyadi:

 

Siapkan Mental Sejak Awal
Sejak sebelum hadir di forum reuni, siapkan mental Anda untuk tidak terjebak suasana sentimentil saat reuni. Anda tahu mungkin saja akan bertemu mantan yang dulu sempat berhubungan asmara selama beberapa lama. Anda sadar mungkin akan ketemu para fans dan para pemuja yang dulu demikian mengagumi dan mengharapkan menjadi pasangan hidup Anda. Siapkan mental bahwa Anda akan bertemu orang-orang yang pernah spesial di hati Anda pada masa lalu.

Dengan persiapan mental yang baik, Anda hadir reuni dalam situasi yang sepenuhnya sadar, bahwa Anda tidak boleh terjebak dalam situasi khusus yang bisa membangkitkan emosi masa lalu Anda. Jika Anda tidak menyiapkan mental, Anda bisa terjebak suasana sesaat yang bisa merugikan Anda dalam masa yang panjang. Ingat, sudah sangat banyak kisah perselingkuhan dimulai dari reuni.

Ajak Pasangan atau Keluarga
Jika Anda merasa tidak akan mampu menjaga diri dan menjaga hati, padahal Anda merasa sangat ingin hadir reuni, ajaklah suami atau istri untuk ikut menghadirinya. Atau bisa juga mengajak anak-anak untuk teman perjalanan sekaligus menjaga diri Anda. Hal ini sangat penting karena tujuan Anda datang ke acara reuni alumni adalah untuk menyambung silaturahim dengan teman-teman lama agar terjalin persaudaraan dan persahabatan yang positif serta konstuktif.

Kadang Anda merasa tidak enak jika selalu mengelak diajak reuni, khawatir dianggap sombong atau memutus tali silaturahim. Padahal Anda sangat tidak ingin ketemu kembali dengan para mantan. Maka “kanal” pengaman diri Anda adalah hadir bersama pasangan atau bersama anak-anak. Dengan cara ini Anda bisa selalu terjaga karena orang yang berniat iseng pasti akan lebih bisa menjaga diri saat Anda bersama pasangan.

Hadirkan Selalu Ingatan tentang Kehangatan Keluarga Anda
Anda kini sudah menikah, sudah memiliki rumah tangga sendiri, bahkan sudah memiliki beberapa anak dari hasil pernikahan Anda. Jangan pernah merusak kehangatan suasana keluarga Anda itu dengan kisah roman sesaat akibat reuni alumni. Keluarga adalah segalanya bagi Anda, karena semua kesuksesan Anda tidak ada artinya sama sekali jika kehangatan keluarga Anda rusak, apalagi jika sampai hancur. Semua keberhasilan Anda adalah berkat dukungan dan peran serta semua anggota keluarga.

Hadirkan suasana kehangatan keluarga Anda saat Anda menghadiri reuni, agar Anda sadar bahwa Anda tidak datang sebagai seorang jomblo atau bujang di acara tersebut. Anda adalah seorang suami, atau seorang istri, atau seorang ayah dan seorang ibu. Anda memiliki keluarga yang menyenangkan, walau kadang ada masalah namun itu wajar dan juga dimiliki oleh semua keluarga lainnya. Ingat, tidak ada keluarga yang tidak punya masalah. Semua keluarga pasti punya masalah. Jadi, jangan sentimentil dengan masalah keluarga jika Anda tengah menghadapinya.

Selesaikan di rumah Anda saja. Jangan bawa ke forum reuni!

Jaga Etika Pergaulan
Di antara hal yang membuat orang mudah terjatuh ke dalam CLBK adalah pergaulan yang melanggar aturan agama, etika dan kepatutan umum. Saat di forum reuni —maupun sebelum dan sesudahnya— jangan membuat janjian ketemuan secara khusus dengan para mantan. Jangan pernah dengan sengaja berusaha mengembalikan ingatan romantisme masa lalu, misalnya kembali berduaan menyusuri jalan-jalan dan lorong-lorong yang pernah Anda lewati dengan mesra. Atau kembali mengunjungi tempat-tempat favorit saat Anda masih memiliki hubungan asmara dengan si dia di masa lalu.

Ingat, itu semua sudah berlalu. Jangan coba diingat dan diangkat lagi kenangan itu dengan alasan “cuma ngobrol”. Saya kembali ingatkan, bahwa banyak orang terjebak perselingkuhan tanpa sadar, bermula dari kata “cuma”. Coba perhatikan kata-kata klise yang menjebak berikut ini:

“Aku kan cuma ngobrol, masak gak boleh….”
“Aku kan cuma curhat, masak dilarang…”
“Aku kan cuma jalan-jalan doang, gak ngapa-ngapain, kok dicurigai…”

Perhatikan, itu bukan cuma ! Itu tindakan berbahaya, karena Anda sudah punya keluarga. Jangan menganggap sepele.

Segera Menjauh Saat Merasa Ada Perasaan yang Istimewa
Ketika dalam reuni tersebut Anda benar-benar bertemu dengan seseorang yang dulunya sangat istimewa di hati Anda, lalu Anda mulai merasakan hadirnya kembali perasaan istimewa di dalam hati, segeralah menjauh saat itu juga. Benar, saat itu juga. Anda bisa membuat alasan karena ada acara lain, atau karena sudah ditunggu oleh keluarga, atau alasan apapun. Jangan menikmati perasaan istimewa tersebut yang membuat Anda berlama-lama dalam suasana roman masa lalu.

Kesalahan yang biasa terjadi, munculnya perasaan istimewa seperti ini justru dinikmati, dan bahkan terlambat disadari. Dampaknya sangat panjang, justru membiarkan diri larut dalam suasana sesaat yang sangat memabukkan. Masih ditambah dengan mulai chatting pribadi, melalui WhatsApp, Line, Facebook, Instagram, Telegram dan sarana komunikasi lainnya. Sepulang reuni seperti kembali remaja dan jatuh cinta lagi dengan mantan kekasih di masa lalu.

Stop! Sekali lagi, stop! Jangan pernah ikuti, jangan pernah Anda teruskan. Sepulang reuni segera kembali berkegiatan, bekerja, dan hidup normal serta bahagia bersama semua anggota keluarga.

Tidak hadir reuni juga tidak berdosa
Jika sejak awal Anda sudah merasa tidak aman dan tidak nyaman, jangan memaksa diri hadir reuni. Misalnya sudah ada gejala atau sinyal dari mantan, yang menjapri mengajak pertemuan khusus, merayu atau membujuk agar Anda mau diajak berjalan-jalan berdua dengannya habis reuni. Ini sudah merupakan pertanda “buruk” bagi Anda, maka jika kehadiran di forum reuni justru akan berbuntut panjang, lebih baik tidak datang, demi menjaga kebaikan semua pihak.

Menjaga diri Anda sendiri, menjaga pasangan dan keluarga Anda, menjaga hati mantan dan keluarganya. Ini adalah tindakan preventif demi kebaikan semuanya. Toh tidak datang reuni juga tidak berdosa. Bahkan bisa jadi ketika datang bisa menimbulkan dosa akibat tidak bisa menjaga diri.

Selamat Syawalan, selamat Lebaran, selamat reuni, namun jaga selalu hati agar tidak terjebak dalam romantisme masa lalu yang sanggup merusak kebahagiaan keluarga yang sudah Anda bangun selama ini.

 

 

sumber: https://www.kompasiana.com/pakcah/57811087f59273801463a54b/hati-hati-clbk-saat-reuni-lebaran

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *